Disease Modifying Antirheumatic Drugs (DMARDs) untuk Anklosing Spondylitis

Obat-obatan di kelas ini yang paling sering diresepkan untuk ankylosing spondylitis adalah methotrexate (Rheumatrex) dan sulfasalazine (Azulfidine). Obat-obatan ini umumnya digunakan ketika NSAID tidak efektif. Penelitian telah menunjukkan bahwa obat-obatan ini tidak membantu secara signifikan dengan peradangan tulang belakang dan bekerja lebih baik pada peradangan pada sendi perifer (seperti lutut, tangan dan kaki).

    Cara kerja DMARD: Grup ini mencakup berbagai macam agen yang bekerja dalam banyak cara berbeda. Mereka semua ikut campur dalam proses kekebalan yang mempromosikan peradangan.

Methotrexate (Rheumatrex)

    Siapa yang tidak boleh menggunakan obat-obatan ini: Orang dengan kondisi berikut seharusnya tidak menggunakan methotrexate:
        Alergi terhadap metotreksat
        Alkoholisme
        Gagal hati atau ginjal
        Sindrom defisiensi imun
        Jumlah sel darah rendah
        Wanita hamil sebaiknya tidak menggunakan metotreksat karena teratogenik (menyebabkan masalah berat pada perkembangan bayi).
    Gunakan: Methotrexate diambil secara lisan atau sebagai suntikan sekali per minggu.
    Interaksi obat atau makanan: Untuk mengurangi toksisitas GI, pemberian harian asam folat dosis rendah (1-2 mg) direkomendasikan.
    Efek samping: Untuk mencegah masalah, fungsi ginjal dan hati dimonitor secara teratur, seperti jumlah sel darah. Metotreksat dapat menyebabkan sakit kepala dan efek toksik pada darah, ginjal, hati, paru-paru, dan sistem pencernaan dan saraf.

Sulfasalazine (Azulfidine)

    Siapa yang tidak boleh menggunakan obat-obatan ini: Orang dengan kondisi berikut seharusnya tidak menggunakan sulfasalazine:
        Alergi terhadap obat sulfa, aspirin, atau produk seperti aspirin (NSAID)
        Penyakit ulkus peptik aktif
        Gagal ginjal berat
    Gunakan: Sulfasalazine diambil secara lisan dalam berbagai dosis dengan makanan.
    Interaksi obat atau makanan: Sulfasalazine dapat menurunkan penyerapan warfarin (Coumadin), sehingga menurunkan efektivitas warfarin. Sulfasalazine dapat meningkatkan risiko perdarahan ketika diberikan dengan obat lain yang mengubah pembekuan darah (misalnya, heparin [Hep-Lock]).
    Efek samping: Sulfasalazine dapat menyebabkan hal-hal berikut:
        Toksisitas terhadap sel darah
        Mual
        Muntah
        Kram perut
        Sembelit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar